Pemprov Lampung: Keluarga Menjadi Pondasi Utama Dalam Pembangunan Bangsa

Perwiraone.com Bandar Lampung: Plt Melalui Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung  Soetriningsih menegaskan keluarga merupakan pondasi utama dalam pembangunan bangsa. Hal tersebut ia sampaikan saat menjadi narasumber dalam program Dialog “Lampung Menyapa” di Pro 1 RRI Bandar Lampung pada  Kamis 3 juli 2025.

Menurut Soetriningsih, Harganas adalah momentum penting untuk mengingatkan kembali bahwa keluarga bukan sekadar tempat tinggal, tetapi ruang pertama dalam menanamkan nilai-nilai moral, sosial, dan budaya. Ia menekankan pentingnya membina keluarga yang harmonis, sehat, dan tangguh agar mampu mencetak generasi berkualitas, berakhlak, dan berdaya saing di era global.

“Harganas mengajak kita semua menyadari bahwa dari keluarga yang kuat, lahirlah generasi yang menjadi kunci keberhasilan pembangunan nasional,” kata Soetriningsih.

Mengusung tema “Dari Keluarga untuk Indonesia Maju”, peringatan Harganas tahun ini adalah ajakan nyata untuk membangun kualitas keluarga demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Ketika keluarga menjadi fondasi kokoh, anak-anak tumbuh cerdas, sehat, dan berkarakter,” katanya, menambahkan. “Di situlah letak kekuatan bangsa dimulai.”

BKKBN juga mendorong peran aktif keluarga dalam program strategis seperti pencegahan stunting dan penguatan pengasuhan, melalui inisiatif Quick Wins seperti GENTING (Cegah Stunting), GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia), dan lainnya.

Soetriningsih menjelaskan, berdasarkan Indeks Pembangunan Keluarga (iBangga), sebagian besar keluarga di Lampung masih berada dalam kategori “berkembang”. Nilai iBangga Lampung berkisar antara 52–54, dengan tantangan utama terletak pada aspek kemandirian ekonomi dan akses terhadap pendidikan serta kesehatan.

Beberapa tantangan yang dihadapi keluarga di Lampung antara lain minimnya pengawasan penggunaan gadget pada anak, rendahnya literasi digital orang tua, dan kurangnya pengetahuan tentang pengasuhan yang positif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BKKBN Lampung telah menjalankan berbagai program seperti GENTING, Tamasya (Taman Asuh Sayang Anak), GATI, SIDAYA (Lansia Berdaya), dan penggunaan Super Apps untuk pelayanan berbasis digital.

“Kampung Keluarga Berkualitas juga menjadi ujung tombak dalam memperkuat peran keluarga dari akar rumput, mendekatkan layanan edukasi, kesehatan, dan ekonomi kepada masyarakat langsung di desa-desa,” ujar Soetriningsih.

Dalam rangka Harganas 2025, BKKBN Lampung juga menggelar kirab Bangga Kencana secara estafet yang menjangkau pelosok desa untuk menyampaikan edukasi keluarga secara langsung.

Ia menambahkan, keluarga memegang peranan penting dalam upaya penurunan stunting, mulai dari edukasi remaja, pendampingan calon pengantin melalui aplikasi ELSIMIL, hingga pengasuhan 1.000 hari pertama kehidupan anak.

Mari kita maknai Harganas bukan hanya sebagai peringatan tahunan, tapi sebagai ajakan untuk membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berdaya. Dengan memperkuat 8 fungsi keluarga—agama, cinta kasih, perlindungan, ekonomi, pendidikan, dan lainnya—kita sedang membangun fondasi Indonesia yang kuat,” katanya, mengakhiri.

Dengan komitmen dan sinergi semua pihak, BKKBN Lampung optimis keluarga di Bumi Ruwa Jurai akan menjadi pilar penting dalam mencetak generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.(Red**)