Musrenbang RKPD 2025, Pj Bupati Sampaikan 6 Poin Yang Perlu Dibenahi

Perwiraone.com Tanggamus – PJ Bupati Tanggamus Mulyadi Irsan menyampaikan 6 poin hasil identifikasi isu strategis yang perlu segera dibenahi, pada Forum Musrenbang RKPD Kabupaten Tanggamus 2024, dalam rangka Penyusunan RKPD 2025, di GOR Ratu, Pekon Kotaagung, Kecamatan Kotaagung, Kabupaten Tanggamus, Rabu (6/3/2024).

Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang dibuka oleh Sekdaprov Lampung, Fahrizal Darminto, mewakili Gubernur Arinal Djunaidi, dihadiri Sekda Kabupaten Tanggamus Hamid Heriansyah Lubis, Kaban Bapperida Hendra Wijaya Mega.

 

Dan hadir pula, Ketua DPRD Heri Agus Setiawan, Kapolres Tanggamus AKBP Rinaldo Aser, Kajari Nurmajayani, Ketua Pengadilan Agama Ibrahim Lubis, Kasdim 0424 Mayor inf. Sholikul Ma’ruf, Kepala BPS Amirudin, Sekretaris Pengadilan Negeri Arip Adhari, Kalapas Andi Gunawan, para kepala OPD dan unsur pemerintahan di Kabupaten Tanggamus.

Disampaikan Mulyadi Irsan, mari memanjatkan do’a sebagai masyarakat Lampung, khususnya Tanggamus, bahwa bulan Maret ini merupakan moment yang sangat penting, dimana umat muslim akan menyambut bulan suci Ramadhan yang mulia. Kemudian pada tanggal 18 maret 2024, kita akan memperingati HUT Provinsi Lampung ke-60, semoga semakin maju, sejahtera dan berjaya. Dan tanggal 21 maret 2024, Kabupaten Tanggamus juga akan merayakan HUT ke-27.

“Pada moment ini saya mengajak semua untuk terus bersatu dan bersinergi dalam membangun Kabupaten Tanggamus menjadi daerah yang tangguh, mandiri dan sejahtera. Dengan memperhatikan hasil evaluasi pelaksanaan tahun sebelumnya dan mengacu pada sasaran pembangunan Provinsi Lampung melalui agenda kerja utama Rakyat Lampung Berjaya serta sasaran dan tema pembangunan Nasional,” katanya.

Tema yang diusung pemerintah pusat dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2025, yaitu “Akselerasi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan”, selaras dengan tema tersebut RKPD Provinsi Lampung di rumuskan dengan tema ” Sinergi memperkuat kapasitas dan ketahanan ekonomi berkelanjutan serta kwalitas pembangunan manusia”.

Dengan demikian, Kabupaten Tanggamus turut mengadopsi tema yang selaras dengan RKPD Kabupaten Tanggamus tahun 2025 yaitu “Penguatan Ketahanan Ekonomi dan Peningkatan Kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM)”.

Dalam rangka pembangunan tahun 2025, Pemerintah Kabupaten Tanggamus telah mengidentifikasi beberapa isu strategis yang perlu segera dibenahi antara lain :

1. Peningkatan kwalitas daya saing sumberdaya manusia. Melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Tahun 2023 capaian IPM Tanggamus masih tergolong rendah, yakni 69,93 di bawah angka IPM Provinsi Lampung 72,48 dan IPM Nasional 74,39%. Juga menghadapi tantangan serius terkait tingginya angka prevalensi stanting yang mencapai 20,4% berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022. Tingkat kwalitas kesehatan juga perlu ditingkatkan, karena masih terbatasnya jumlah tenaga medis dan fasilitas kesehatan yang berkualitas di wilayah Tanggamus.

2. Penguatan Ekonomi, Investasi dan daya saing produk lokal.

Tahun 2023, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tanggamus kembali meningkat, mencapai 4,70 %, melebihi rata-rata pertumbuhan ekonomi provinsi Lampung, 4,55%.

3. Penurunan Disparitas wilayah melalui penyediaan Infrastruktur dasar masyarakat yang merata.

Tantangan dalam menurunkan disparitas antar wilayah di Kabupaten Tanggamus, di hadapkan dengan rendahnya tingkat kemantapan jalan kabupaten yang saat ini mencapai 37,74%. Masih terkendala dengan keterbatasan kemampuan pembiayaan untuk penanganan ruas jalan yang memadai. Skor rata-rata Indeks Desa membangun masih tergolong rendah, yakni 0,7012% (status berkembang). Kabupaten Tanggamus berada di peringkat 11 dari 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung. Kemudian pencapaian dalam status Open Defecation Free (ODF), juga belum mencapai target yang diharapkan. Tahun 2023 hanya 200 pekon dari total 302 pekon/kelurahan ( sekitar 66,23%) yang mencapai status ODF.

4. Penguatan reformasi birokrasi dan pelayanan publik.

Capaian Indeks Reformasi Birokrasi (IRB) baru mencapai 59,14%, dengan predikat CC tahun 2022. Kemudian peningkatan kualitas Sumberdaya Manusia (SDM) aparatur pemerintah perlu dilakukan, terutama terkait rasio jabatan fungsional kompetensi yang masih rendah, hanya sebesar 0,06%, diperlukan program pembinaan dan pengembangan SDM.

5. Penguatan ketahanan sosial- budaya, keamanan dan ketertiban masyarakat.

Tahun 2022, di Kabupaten Tanggamus, angka kemiskinan mencapai 10,98%, dan tahun 2023, menurun 10,52%, lebih rendah dari angka kemiskinan Provinsi Lampung 11,11%, akan tetapi masih cukup tinggi jika dibandingkan dengan angka kemiskinan rata-rata Nasional sebesar 9,36%. Tahun 2024/2025, ditargetkan satu digit (9,4-9,7%). Selain itu Kabupaten Tanggamus juga dihadapkan pada masalah miskin ekstrem yang masih dialami oleh 1,95% penduduknya, dengan rata-rata pendapatan perkapita masih rendah yakni 29,59 juta/tahun.

6. Penguatan mitigasi dan penanganan bencana serta perubahan iklim.

Kabupaten Tanggamus merupakan daerah yang rentan bencana alam, seperti banjir, longsor dan gempa. Hal itulah yang menuntut kita untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan hidup secara berkelanjutan, dan berbasis mitigasi bencana. Indeks resiko bencana tahun 2023, mencapai 132,54%.

Di penghujung sambutannya Pj Mulyadi mengucapkan terimakasih kepada seluruh jajaran OPD Tanggamus, serta ungkapkan rasa haru dan bangga, karena Tanggamus satu-satunya Kabupaten di Provinsi Lampung yang dalam acara musrembang dihadiri oleh Sekdaprov, Fahrizal Darminto. (Advetorial)

Tinggalkan Balasan