Perwiraone.com Bandar Lampung — Pemerintah Kota Bandar Lampung menghadirkan Sekolah Siger sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjamin hak pendidikan bagi anak-anak kurang mampu yang tidak diterima di sekolah negeri maupun tidak mampu membayar sekolah swasta.
Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan, masih banyak anak di Kota Tapis Berseri yang tidak dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA karena terkendala ekonomi serta gagal dalam proses seleksi sekolah negeri.
“Kalau anak-anak ini tidak masuk sekolah swasta dan tidak mampu, lalu tugas pemerintah di sini bagaimana caranya supaya mereka tetap bisa sekolah,” ujar Eva Dwiana saat diwawancarai, Jumat (6/2/2026).
Menurutnya, Sekolah Siger dihadirkan sebagai solusi konkret agar anak-anak tersebut tidak putus sekolah dan tetap memperoleh pendidikan yang layak.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Sekolah Siger masih menunggu tahapan serta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung. Meski demikian, Pemkot Bandar Lampung telah menyiapkan berbagai kebutuhan pendukung, termasuk aset.
“Prosesnya kita tunggu saja dari pemerintah provinsi. Kita juga sudah siapkan asetnya,” ungkapnya.
Eva Dwiana menambahkan, kegiatan belajar mengajar di Sekolah Siger dirancang berlangsung lebih intensif hingga hari Sabtu. Hal itu dilakukan karena kebutuhan pendidikan yang tinggi serta jumlah siswa yang terus bertambah.
“Jam belajarnya sampai Sabtu, karena ini penting sekali. Apalagi ini kan tiap waktu masuk terus dan kita tampung terus anak-anak ini,” jelasnya.
Ia menilai, Sekolah Siger merupakan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat kecil. Karena itu, ia berharap adanya dukungan dan sinergi dari Pemerintah Provinsi Lampung agar program tersebut dapat berjalan berkelanjutan.
“Harapan Bunda Eva juga pemerintah provinsi bisa saling bantu untuk anak-anak kita,” katanya.
Ia juga menegaskan, apabila suatu saat Sekolah Siger harus dihentikan karena kebijakan tertentu, maka pemerintah provinsi diharapkan memiliki solusi jelas bagi anak-anak tidak mampu yang terancam putus sekolah.
“Kalau misalnya ini harus tutup, pemerintah provinsi ada tidak solusinya untuk anak-anak yang putus sekolah ini, yang tidak mampu ini?” tegasnya.
Selama ini, lanjutnya, Pemkot Bandar Lampung telah membantu melalui berbagai program, termasuk beasiswa. Namun bantuan tersebut hanya dapat diberikan kepada siswa yang sudah bersekolah.
Melalui Sekolah Siger, Eva Dwiana berharap anak-anak di Bandar Lampung tetap dapat mengenyam pendidikan, memiliki masa depan lebih baik, dan siap bekerja setelah lulus tutupnya.(***)
