Pemkot Bandar Lampung Ajak Warga Perkuat Toleransi di Perayaan Imlek 2557 Kongzili 

Perwiraone.com Bandar Lampung – Pemerintah Kota Bandar Lampung mengajak masyarakat memperkuat toleransi dalam peringatan Hari Raya Imlek 2557 Kongzili, Selasa (17/2/2026). Perayaan disebut menjadi momentum menjaga kerukunan di tengah keberagaman warga.

Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana mengatakan Imlek bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi pengingat pentingnya kebersamaan dalam membangun kota.

“Semoga Gong Xi Fa Cai tahun ini menjadi momentum yang lebih baik dari sebelumnya. Kita harus selalu rukun, saling menjaga, dan mendukung pembangunan demi masa depan Bandar Lampung yang terbaik,” ujar Eva saat menghadiri perayaan di Vihara Amurwa Bhumi Graha, Selasa (17/2/2026).

Ia menegaskan toleransi menjadi fondasi utama kehidupan masyarakat Kota Tapis Berseri.

“Mari kita bersama-sama melakukan hal-hal baik. Toleransi adalah fondasi kita,” ujarnya.

Sementara, rohaniwan vihara Virya Parama atau Romo Cien Wie menjelaskan Imlek 2026 merupakan Tahun Kuda Api. Dalam filosofi Tionghoa, kuda melambangkan kebebasan dan kemandirian, sedangkan api merepresentasikan energi positif.

“Kuda melambangkan kebebasan dan kemandirian, sedangkan elemen api mewakili energi positif yang membara. Ini momentum emas untuk kebangkitan usaha dan karier,” ungkapnya.

Ia berharap semangat Tahun Kuda Api tidak hanya dimaknai sebagai keberuntungan pribadi, tetapi juga mendorong kebaikan bagi bangsa dan daerah.

Romo Cien Wie menambahkan kebahagiaan Imlek harus dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Hal itu terlihat dari suasana di sekitar vihara, di mana pedagang hingga petugas kebersihan ikut merayakan.

“Suhu ingin kebahagiaan Imlek dirasakan semua lapisan masyarakat, bukan hanya keturunan Tionghoa saja,” tuturnya.

Rangkaian ritual Imlek sendiri telah dimulai sejak 4 Februari, diawali pembersihan altar dan pratima sebagai simbol membersihkan batin dari hal negatif masa lalu. Selain itu, sembahyang leluhur menjadi prosesi sakral yang disebut sebagai “jembatan waktu” penghubung generasi sekarang dengan para pendahulu.

“Kami ingin generasi muda tidak lupa akan perjuangan leluhurnya. Dengan akar yang kuat, masa depan akan lebih kokoh,” pungkasnya.(*””)