Perwiraone.com Bandar Lampung -Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung terus mendorong keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KMP) agar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Hingga saat ini, 12 KMP sudah beroperasi dan 5 lainnya dalam tahap penyelesaian administrasi serta persiapan operasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Bandar Lampung, Riana Apriana, menyebut kehadiran KMP mulai dirasakan manfaatnya meski masih menghadapi sejumlah kendala, seperti keterbatasan modal usaha hingga kapasitas pengurus.
“Alhamdulillah sudah ada 12 KMP yang berjalan. Untuk 5 KMP lainnya masih berproses dari sisi perizinan maupun kesiapan pengurus. Kendala utama memang masih soal modal usaha dan kapasitas SDM pengurus yang terus kita dorong melalui edukasi tata kelola koperasi,” kata Riana pada Selasa 23 September 2025
Riana menambahkan, usaha KMP di Bandar Lampung tidak hanya bergerak di satu bidang, tetapi juga merambah berbagai sektor yang dekat dengan kebutuhan warga, mulai dari penjualan sembako, simpan pinjam, penyaluran LPG hingga jasa ekspedisi.
Modal koperasi sejauh ini masih bersumber dari simpanan anggota. Belum ada KMP yang mengakses pinjaman perbankan. “Semuanya masih bertumpu pada modal internal. Ke depan, kami dorong koperasi agar berani mengakses permodalan eksternal,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkot melalui Dinas Koperasi dan UKM telah memberikan pelatihan kewirausahaan kepada 126 pengurus koperasi, serta rutin melakukan monitoring dan evaluasi agar KMP berjalan sesuai aturan.
Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan agenda pertemuan bisnis untuk mempertemukan pengurus koperasi dengan BUMN maupun BUMD, sehingga terjalin kemitraan usaha yang saling menguntungkan.
“Harapan kita, koperasi tidak hanya menjadi alternatif pemenuhan kebutuhan warga, tetapi juga mampu tumbuh sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang kuat dan berdaya saing,” tandasnya. (***)
