Perwiraone.com Lampung Selatan – Akibat banjir bandang pada bulan januari 2025 salah satu gorong gorong Ambles yang terletak di desa Tengkujuh kec kalianda tepatnya di perbatasan desa Jondong dimana badan jalan gorong gorong tersebut di sebelah kanan dan sebelah kiri longsor juga.
Menurut Sigit sopir dam truk menjelas kan kepada awak media, saya sangan berterima kasih pada pemerintah provinsi lampung dengan cepat memperbaiki gorong gorong ini,dulu waktu baru ambles nya gorong gorong ini kalau saya mau mengantar kan pasir di desa canti kecamatan raja basa saya merasa was was untuk melewati gorong gorong ini karna takut mobil saya terguling.
Sering saya kalau mau antar pasir di desa cantik tepaksa saya muter lewat desa toto harjo , biar pun pengeluaran solar mobil lebih banyak karna pasir yang saya bawa dari desa pematang pasir tapi apa boleh buat saya muter demi keselamatan saya,Iapun mengharapkan semoga gorong gorong ini jangan di kerjakan asal asalan supaya tidak mudah rusak tegas nya.
salah satu warga desa jondong yang engan menyebut kan nama nya menjelaskan , waktu Pemasangan precast beton/buis beton saya meliat pemasangan nya karna saya masarakat desa jondong ini, waktu pemasangan precast beton nya saya melihat tidak di ampar terlebih dahulu, pekerja langsung pasang saja precast beton nya karna aliran air di gorong gorong ini tidak pernah kering, dalam pikiran saya kalau tidak di ampar dulu untuk dudukan precast beton itu kemungkinan mudah berobah pemasangan precast beton itu, karna waktu dulu ada gorong gorong di desa sido mulyo yang ambles juga tapi saya meliat pekerjaan nya sebelum di pasang nya precast beton nya di kasih hamparan semen dulu kemungkinan biar rata pemasangan precast beton itu, dalam hati saya bertanya tanya..? kok beda dengan pemasangan precast beton nya, saya liat beda dengan gorong gorong di desa sido mulyo pemasangan nya, jalan provinsi koridor 3 ini untuk memperbaiki nya dengan nilai Rp.198,815,000,kontraktor CV ANAK AGUNG,konsultan CV MAJU BERSAMA JAYA tahun Angaran 2025.
Saat kami ingin konfirmasi kepada SUGI sebagai mandor/kepala tukang dalam pembangunan gorong gorong ini tidak mau menemui awak media padahal dia ada di dalam rumah kontrakan /mes tempat menginap para pekerja, akan tetapi malahan SUGI menghindar tidak mau menemui kami.
Atas dasar menghindarinya mandor atau pengawas lapangan proyek Sugi,Kami Menduga ada yang di tutup tutupi dan menjadi tanda tanya bagi masyarakat tentang kualitas dan kuantitas atas SOP pembangunan gorong gorong yang dikerjakan oleh CV Anak Agung tersebut. (Rizal, cs)
