Gubernur Lampung Teken Kerjasama Pemanfaatan Satelit dengan Dua Perusahaan di Cina

Perwiraone.com Bandar Lampung- Pemerintah Provinsi  Lampung menjalin kerja sama pemanfaatan satelit untuk pengembangan berbagai sektor dengan dua perusahaan teknologi luar angkasa asal Tiongkok yang merupakan langkah bersejarah dan strategis yang menandai dimulainya transformasi Lampung menuju provinsi berbasis teknologi tinggi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan keberadaan Satelit Lampung 1 tersebut nantinya mempunyai dampak yang besar bagi kehidupan masyarakat di Provinsi Lampung, khususnya di bidang pertanian dan kelautan,di bidang pertanian, teknologi satelit hyperspectral seperti Lampung 1 akan menjadi terobosan besar, sebab teknologi ini memungkinkan petani mengetahui tingkat kelembaban tanah, kadar klorofil daun, penyebaran hama atau penyakit secara dini, jadwal tanam optimal berdasarkan pemetaan iklim mikro, perkiraan pasokan air selama masa tanam urainya pada kamis 29 mei 2025 .

Gubernur melanjutkan satelit tersebut juga membantu penguatan sistem tanggap bencana dan tata ruang, satelit itu dapat memberikan fungsi penting seperti deteksi banjir, kebakaran lahan, dan tanah longsor lebih dini,sedangkan di sektor tata kota, teknologi satelit tersebut digunakan untuk merencanakan tata ruang dan zonasi yang lebih presisi, kemudian untuk pengawasan kawasan konservasi seperti perambahan hutan dan pengawasan pesisir terkini.

“Kita berkesempatan menggunakan teknologi satelit berbasis AI yang bisa membantu pembangunan yang presisi, efisien berbasis data. Dengan teknologi ini tidak lagi meraba dalam perencanaan, melainkan bergerak berdasarkan peta kondisi nyata di lapangan,sebagai wujud komitmen akan dilakukan pelatihan dalam hal pengembangan sumber daya manusia lokal di bidang teknologi satelit serta kemandirian teknologi.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur teknologi dalam pertemuan tersebut juga menjadi salah satu agenda utama yang akan diwujudkan dalam rencana pembangunan stasiun bumi di Lampung untuk penerimaan, pengolahan, dan distribusi data satelit,sehingga ekosistem riset luar angkasa pertama di Indonesia akan bisa dimulai dari Lampung yang akan melibatkan perguruan tinggi serta mitra industri sebagai bagian penting di dalamnya.

Gubernur pun resmi menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan dua perusahaan luar angkasa asal Tiongkok STAR VISION Aerospace Ltd dan Oriental Maritime Space Port (Shandong) Development Group Co Ltd.

Kemudian Gubernur bertemu dengan Wali Kota Yantai Jiang Cheng beserta jajaran pemerintah kota, untuk memperkenalkan potensi wilayah masing-masing serta membahas peluang kerja sama ke depan. Terutama di bidang pengembangan pelabuhan dan pemanfaatan citra satelit untuk perencanaan wilayah dan mitigasi bencana.

Langkah ini juga merupakan kelanjutan dari kerja sama yang sudah dimulai pada forum Shandong International Friendship Cities Cooperation and Exchange Week yang menegaskan posisi Lampung sebagai provinsi yang siap berkolaborasi secara internasional demi kemajuan teknologi dan pembangunan Tutupnya.(***)