Perwiraone.com – FOUNDER JHL Group Jerry Hermawan Lo menekan tombol merah pembuka katup. Sejurus berselang yeast mengalir deras dari selang memasuki tangki bernomor 111 berisi jus anggur asal Cile dengan kualitas premium. Selanjutnya, lelaki pencinta sigar mengenakan kemeja batik berwarna oranye itu mendekat ke tangki double jacket lalu membuka selapis stainless steel bergurat SUADE 111.
Tepat di layar pengontrol, Jerry Hermawan Lo kemudian membubuhkan tanda tangan dengan tinta prada. Sejak itu, proses fermentasi sedang berlangsung di dalam tangki berkapasitas 3.600 liter.
Proses pencampuran bahan untuk fermentasi wine tersebut jadi salah satu rangkaian gelaran Our First Vintage Sumber Air Dewa atau SUADE Winery di Winery Hall SUADE, Jalan Pajajaran 89, Kabupaten Tabanan, Bali, Sabtu (11/11).
“Akan datang banyak sekali tamu dari dalam dan luar negeri ke Bali. Dengan adanya Sumber Air Dewa, maka para tamu mendapat supply wine terbaik. Jadi Bali tak hanya dikenal karena pariwisatanya, lautnya, tetapu juga wine-nya,” kata Jerry Hermawan Lo.
Founder JHL Group Jerry Hermawan Lo membubuhkan tanda tangan di panel tangki 111. (Foto: Doc.SUADE)
SUADE Winery di bawah naungan PT Sumber Air Dewa siap menggebrak pasar wine dengan produk berkualitas premium. Demi menjaga kualitas, menurut CEO SUADE Teddy Utomo, SUADE menggunakan anggur kualitas terbaik dipanen atau harvesting langsung di perkebunan anggur di Cile. Anggur tersebut kemudian diolah di SUADE Winery pada 28 tangki dengan kapasitas 3.600, 5.000, 10.000, hingga 15.000 liter.
“Dari 28 tangki, SUADE bisa menghasilkan lebih kurang 400 ribu botol dalam sekali produksi. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk memasarkan SUADE ke seluruh Indonesia, dimulai dari Bali,” kata Teddy Utomo.
Founder JHL Group tampak serius mengamati tata alur pada proses Oak Barrel. (Foto: Doc.SUADE)
Bali menjadi akar bagi SUADE, sambung Teddy, sebab di samping Tabanan menjadi tempat lahir dan tumbuh kembang Sumber Air Dewa ditambah pula air dari Tabanan pula ikut andil dalam proses panjang fermentasi, aging, hingga mewujud wine. Terlebih lagi konsep bangunan Winery Hall SUADE berbentuk terasing dengan kontur tanah berlevel mirip subak nan tersohor sebagai kearifan lokal Tabanan, Bali.
SUADE manajemen berpose saling cheers gelas wine. (Foto: Doc.SUADE)
SUADE memang lahir di Tabanan pada 2021, lalu setelah membangun konsep dan tim dengan matang maka pada 2022 dimulai pembangunan Winery. Di sela pembangunan, tim SUADE sempat mempelajari industri di Bordeaux, Prancis, sebagai bekal mengembangkan teknologi dan mengatur strategi marketing.
Di tahun 2023, perjalanan SUADE memasuki lembar baru dengan pemasangan instalasi terutama paling krusial double jacket tank. Tepat di bulan Maret, dilakukan pula pemanenan atau harvesting di Cile sebagai bahan baku pembuatan wine SUADE. Selanjutnya pada (11/11) digelar First Vintage dengan mengusung semangat Make Better.
“Kami memulai tahap krusial dalam produksi hari ini, sebab proses fermentasi merupakan inti dari transformasi gula dalam anggur menjadi sebuah nilai jauh lebih tinggi dan berumur lebih panjang,” kata COO Mulyana Saleh.
First vintage, sambung Mulyana, merupakan metafora paling tepat untuk menggambarkan harapan SUADE untuk membangun bisnis bernilai tinggi nan akan menjadi warisan bagi orang-orang tercinta, dan memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar, serta industri pariwisata khususnya di Bali dan Indonesia pada umumnya. (*)
