Perwiraone.com Lampung Selatan – Pada tahun 2024 salah satu Desa kecamatan ketapang mendapatkan bantuan pembangunan yang nama nya Jalan usaha tani dengan Nilai Rp.134,858,711,32(seratus tiga puluh empat juta delapan ratus delapan ribu tujuh ratus sebelas koma tiga puluh dua rupiah) salah satu masarakat Desa tersebut yang bernama SW menjelaskan, benar pekerjaan jalan usaha tani ini di kerjakan pada bulan oktober apa bulan nopember saya lupa, yang pasti nya tahun 2024,akan tetapi saya melihat pelaksanaan pekerjaan ini asal jadi.
karna waktu pelaksanaan nya saya hampir tiap hari lewat, karna sawah saya di lokasi sini, saya liat waktu pemasangan batu nya tidak di susun dengan rapi dan setelah di pasang batu memang di kasih pasir akan tetapi pasir nya tipis sekali, yang banyak hanya di kasih tanah cadas, dan waktu setelah di pasang batu jalan ini tidak di wales/tidak di giling pake mobil, maka nya sampai sekarang batu nya masih tajam tajam dan acak acak kan, apa lagi waktu itu kami yang lewat sini ngeri sekali kalau lewat berjalan kaki, bah kan pernah dulu ada yang mau ke sawah ban motor nya pecah karna batu nya tajam tajam.
kami masarakat desa sini terutama yang punya sawah di sini bukan kami tidak berterima kasih pada pemerintah kabupaten Lampung Selatan di bangun nya jalan pertanian ini, akan tetapi kami merasa sangat kecewa karna pelaksanaan pembangunan nya di kerjakan asal asalan/asal jadi Jelas nya kepada awak media
Nyoman umar dana SP.MM selaku PPTK(pejabat pelaksana teknis kegiatan) menjelas kan di ruang kerja nya waktu itu, benar saya sebagai PPTK nya, kalau menurut konsultan waktu itu ukuran lebar nya sudah cukup, bahkan ukuran panjang nya bah kan di lebihi kata nya, akan tetapi waktu pengukuran saya tidak ikut, karna waktu itu saya ada kesibukan lain, akan tetapi sebaik nya temuin dulu Bambang wahyudi, SP, karna dia sebagai PPK(pejabat pembuat komitmen) dia yang lebih paham dan tau tentang pekerjaan jalan pertanian tersebut, sudah empat kali kami ke ruang kerja Bambang wahyudi,SP, selaku PPK akan tetapi selalu tidak ada di tempat, bah kan bulu mata nya pun tidak pernah kami bertemu, jadi besar dugaan kami ada kong kalikong di dalam pelaksanaan pekerjaan jalan pertanian itu oleh Oknum oknum pada dinas pertanian dan Holtikultura Lamsel. (Rizal/ cs)
