Perwiraone.com – PDIP enggan memecat atau memberhentikan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, sebagai kader partai banteng.
Menurut Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP Komarudin Watubun, Wali Kota Solo itu dianggap pandai memutarbalikkan fakta dan seolah-olah menjadi korban, bila PDIP mengambil langkah tersebut.
Sikap inilah yang kemudian membuat perlakuan PDIP terhadap Gibran, berbeda dengan kader lain yang yang melakukan tindakan serupa.
“Ini manusia (Gibran) pandai menggunakan isu, informasi, playing victim. Jadi lagi cari celah supaya, pokoknya hal yang benar bisa diputar menjadi masalah,” kata Komarudin, Kamis (9/11).
Menanggapi pernyataan tersebut, Gibran Ramabuming Raka yang juga cawapres Koalisi Indonesia Maju (KIM) membantah tudingan pandai perankan playing victim.
“Saya tidak melakukan apa-apa loh (dibilang pandai perankan playing victim),” ujar Gibran, Minggu (12/11).
Dia mengatakan, selama ini dirinya yang sering mendapatkan serangan di Pilpres 2024. Ia pun tidak pernah menanggapi serius serangan itu.
“Saya justru yang diserang terus. Saya kan diam terus,” ucap dia.
Dia mengatakan, sikap diam karena diserang juga berlaku bagi relawan. Ia meminta relawan untuk tetap fokus dan tidak perlu menanggapi hal-hal yang tidak berguna.
“Kami minta relawan tidak perlu menanggapi adanya serangan. Nanti angka-angka survei yang bicara pada 14 Februari 2024,” tandasnya. (*)
