Perwiraone.com Bandar Lampung – Diawal jabatannya Setelah dilantik oleh presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada 20 Febuari kemarin,Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal langsung mengeluarkan instruksi melalui Dinas pendidikan kebudayaan provinsi Lampung akan memberikan sanksi yang tegas kepada satuan pendidikan kepala sekolah dan guru yang tidak mematuhi instruksi tersebut.
Menurut kepala dinas pendidikan dan kebudayaan provinsi Lampung Thomas Amirico mengatakan,Instruksi tersebut mencakup larangan menahan ijazah siswa, pemotongan dana Program Indonesia Pintar (PIP), serta mewajibkan siswa mengikuti study tour yang membebani wali murid,kebijakan ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Provinsi Lampung.
“Gubernur meminta Disdikbud Lampung mengambil langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Seluruh satuan pendidikan tidak boleh lagi menahan ijazah siswa, melakukan pemotongan dana PIP, dan mewajibkan study tour yang memberatkan orang tua,” ujar Thomas, pada Sabtu 22 Febuari 2025.
Selain memastikan kepatuhan terhadap instruksi tersebut, Gubernur Lampung juga menetapkan sejumlah target inovasi yang harus dicapai oleh satuan pendidikan.
Target tersebut mencakup peningkatan prestasi akademik, pembinaan karakter siswa, serta pengembangan sarana dan prasarana sekolah secara berkala melalui program before-after.
Saya ingin melihat bagaimana capaiannya, bagaimana kondisi sekolah sebelum dan setelah ada peningkatan. Begitu juga dengan akademiknya, harus ada progres setiap tahun ucapnya.
Disdikbud Lampung juga akan melaksanakan uji kompetensi bagi kepala sekolah guna menilai kualitas kepemimpinan mereka dalam mengelola satuan pendidikan.
Saya akan mengecek langsung bagaimana kepala sekolah memimpin dan berkomunikasi dengan guru-guru. Mereka yang memang memiliki kinerja baik akan kita dukung penuh tambahnya.
Thomas menegaskan bahwa kegiatan pembinaan ini juga menjadi ajang sosialisasi terhadap kebijakan gubernur serta target inovasi pendidikan yang harus dicapai oleh setiap sekolah.
“Kami hadir bukan sebagai ancaman, tetapi sebagai mitra dan sahabat. Mari bersama-sama mencari solusi terbaik dan bersinergi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Lampung jelasnya.(Tia)
