Perwiraone.com Kota Metro – Wali Kota Metro H. Bambang Iman Santoso bersama Wakil Wali Kota Dr. M.Rafieq Adi Pradana turun langsung bergabung dalam gotong royong bersama masyarakat RT 027 untuk menimbun jalan rusak di sepanjang Jalan Garuda.
Bukan sekadar hadir, keduanya ikut mencangkul dan bercengkerama bersama warga seperti keluarga sendiri. Kegiatan gotong royong itu bukan agenda resmi yang diagendakan jauh hari, melainkan lahir dari inisiatif murni warga yang sehari sebelumnya sedang panen padi.
Kami ini sebenarnya mendadak. Kemarin pas hari Sabtu warga lagi panen padi, lalu sepakat untuk menimbun jalan. Kami kaget ketika tahu Pak Wali ikut datang dan turun langsung membantu ungkap Hasan, salah satu warga setempat pada Minggu 20 April 2025.
Jalan Garuda sepanjang kurang lebih 200 meter memang telah lama dikeluhkan warga karena rusak dan sulit dilalui, terutama saat hujan. Tapi pagi itu, semangat kolektif menggantikan keluhan. Warga datang membawa batu split, alat kerja, dan harapan yang semuanya disambut langsung oleh pemimpin kota mereka.
Hari ini kami merasa senang sekali. Sudah lama sekali tidak ada kepala daerah yang ikut gotong royong ini bukan hanya simbol kebersamaan, tetapi juga bentuk sinyal kuat bahwa pembangunan tidak bisa hanya menunggu pemerintah semata.
Alhamdulillah, hari ini saya dan Pak Wakil Wali Kota bisa bergabung langsung bersama warga memperbaiki jalan. Ini bukan hanya soal jalan rusak, ini adalah panggilan hati. Masyarakat ingin jalannya mulus, kotanya terang. Dan itu sejalan dengan visi kami, jalan Metro Mulus, Lampu Terang,” ujar Bambang.
Bambang juga menjelaskan bahwa Jalan Garuda telah masuk dalam rencana pembangunan jalan rigid (cor beton) sepanjang 700 meter. Saat ini, Dinas PUPR telah memetakan wilayah tersebut dan siap melanjutkan pembangunan ke depan.
“Gotong royong ini menunjukkan bahwa rakyat tidak tinggal diam, dan pemerintah tidak akan berpangku tangan. Saat masyarakat bergerak, kami pun bergerak lebih cepat. Insya Allah ini awal dari perubahan nyata tambahnya.
Sementara Wakil Wali Kota Dr. M. Rafieq Adi Pradana menyebut bahwa kolaborasi ini adalah wujud kepercayaan masyarakat yang harus dijaga.
Kehadiran kami bukan untuk pencitraan, tapi karena kami tahu bahwa rakyat ingin dilibatkan, ingin didengar. Ini adalah demokrasi partisipatif yang sesungguhnya bebernya.
Momen makan bersama itu menjadi simbol kekompakan antara rakyat dan pemimpinnya. Di sela-sela suapan nasi dan tawa warga, terselip harapan besar bahwa pembangunan di Metro Selatan, khususnya di Rejomulyo, akan terus bergerak maju,wargapun berharap kegiatan seperti ini menjadi rutinitas yang menguatkan hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat. (***)
